Buka Buku 14: Anak Istri Sunan Gunung Jati

Standar

 

MENINJAU SEPINTAS PANGGUNG SEJARAH PEMERINTAHAN KERAJAAN CERBON 1479-1809

Setelah banyak menemukan sumber yang lebih terpercaya, aku semakin meyakini bahwa Sunan Gunung Jati dan Fatahillah adalah orang yang berbeda.

Untuk kepentingan penulisan novelku, aku pun memperdalam lagi pengetahuanku tentang sosok Sunan Gunung Jati. Dari silsilah ke atas, aku temukan bahwa ternyata dia adalah cucu prabu Siliwangi. Ibunya, Nyai Lara Santang adalah putra Raja Pajajaran dari istri yang bernama Nyai Subang Larang.

Nyai Lara Santang, yang setelah berhaji berganti nama menjadi Syarifah Mudaim, kemudian diperistri Syarif Abdullah, bangsawan Arab. Dari perkawinan ini mempunyai 2 orang anak, salah satunya adalah Syarif Hidayatullah. Anak laki-laki inilah yang setelah remaja kemudian pulang ke Cirebon, dan kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Karena sosok Sunan Gunung Jati sangat terlibat dalam kisah yang bergolak di Demak, aku makin tertarik mengetahui lebih lanjut tentang silsilahnya, berikut hubungannya dengan keraton Demak. Maka aku pun merunut jalinan tersebut, mengapa Sunan Gunung Jati bisa demikian berpengaruh di Demak.

Hal itu kemudian kutemukan, karena selain menjadi Dewan Wali, dia pun ternyata menjalin pernikahan dengan keluarga Demak. Baik Sunan Gunung Jati sendiri, maupun anak-anaknya. Hingga terjadilah hubungan kekeluargaan antara Cirebon dan Demak yang sangat erat.

Dalam catatan sejarah yang kudapatkan dari buku “Meninjau Sepintas Panggung Sejarah Pemerintahan Kerajaan Cerbon 1479-1809”, Sunan Gunung Jati tercatat pernah mempunyai 6 orang istri.

Istri yang pertama adalah Nyai Ratu Kawunganten, putri bupati Kawunganten Banten. Darinya, Sunan Gunung Jati mempunyai 2 orang anak. Yakni Nyai Ratu Winahon dan Maulana Hasanudin, yang kemudian menjadi Sultan Banten. Hubungan dengan Demak terjalin karena Maulana Hasanuddin sendiri, menikahi salah seorang putri Sultan Trenggono, raja Demak ketiga.

Lalu dari istri yang bernama Nyai Babadan, anak Ki Gedeng Babadan, Sunan Gunung  Jati mempunyai dua anak juga. Yakni Pangeran Trusmi dan Ratu Martasari.Setelah itu Sunan Gunung Jati juga menikahi putri pamannya, Pangeran Cakrabuwana, yang bernama Nyai Ratu Dewi Pakungwati. Namun sang istri wafat ketika dalam peristiwa terbakarnya Masjid Agung Sang Ciptarasa dan tidak melahirkan keturunan. Istri berikutnya adalah Putri Ong Tien, putri seorang pembesar Cina, namun juga tidak mendapatkan anak.

Istri yang lain adalah Nyai Ageng Tepasari. Putri Ki Ageng Tepasan, salah seorang pembesar Majapahit yang telah menjadi keluarga Demak setalah Majapahit runtuh. Seorang perempuan yang dinikahinya di Demak, bersamaan dengan kedatangannya dalam pembangunan Masjid Demak. Dan inilah konon awal dari hubungan kekeluargaan antara Demak dan Cirebon mulai terjalin.

Dari Nyai Ageng Tepasari, Sunan Gunung Jati mendapatkan 2 orang anak, yakni Ratu Wulung Ayu dan Pangeran Pasarean. Dan hubungan makin terjalin erat dengan Demak, karena Ratu Wulung Ayu pun menikah dengan Pati Unus yang kemudian menjadi raja Demak kedua menggantikan ayahnya, Raden Patah. Sementara Pangeran Pasarean juga menjalin hubungan keluarga dengan Demak, karen menikai putri Raden Patah yang lain, Ratu Nyawa, yang sebelumnya adalah janda dari Pangeran Bratakelana, anak Sunan Gunung Jati juga namun dari istri lainnya.

Sementara dari pernikahannya dengan Nyai Lara Baghdad, putri Maulana Abdullrahman Al-Baghdadi, Sunan Gunung Jati mendapatkan 2 orang anak juga. Yang pertama adalah Pangeran Jayakelana, yang menikah dengan keluarga Demak juga, putri Raden Patah yang bernama Ratu Pembayun. Sementara putra kedua, Pangeran Bratakelana, juga menikah dengan anak Raden Patah yang lain, yakni Ratu Nyawa. Yang setelah kematiannya dalam pertarungan melawan bajak laut sepulang dari Demak, kemudian diperistri oleh saudaranya, Pangeran Pasarean.

Jadi pahamlah aku kemudian, mengapa Demak dan Cirebon mempunyai hubungan dekat. Yang pertama tentu karena kesamaan kedudukannya. Demak adalah penerus dari takhta Majapahit yang telah hancur, dan Cirebon yang  adalah penerus dari takhta Pajajaran yang telah runtuh. Raden Patah adalah keturunan dari Kertabumi, raja Majapahit terakhir, sementara Sunan Gunung Jati adalah cucu dari Prabu Siliwangi, raja Pajajaran terakhir.

Yang berikutnya adalah karena Sunan Gunung Jati termasuk Dewan Wali dari Kesultanan Demak, yang bertanggungjawab atas jalannya pemerintahan. Hal itulah yang makin menguatkan posisi Sunan Gunung Jati di Demak. Tentu saja selain karena telah terjadinya pernikahan antara Cirebon dan Demak.

oleh Nassirun Purwokartun pada 16 Juli 2011 pukul 19:56

About these ads

20 responses »

  1. saya punya keturunan dengan sunan gunung jati,,karena kakek nenek saya dari bapa adalah orang cina dan masih keturunan dari putri ong tien….

  2. setau sy yg sy bca d wikipedia indo dll,putri wulung ayu itu ank dr istri prtama,dia bradik kk dng hasanudin,maaf sblmny

  3. sunan gunung jati punya anak yaitu raden patah atau disebut juga Syah maulana khan , khan ngambil nama dari kakenya berasal dari musyafir gujarat dari india yg menjadi raja islam demak ,setelah raden patah mengajarkan ilmu tentang islam di banten, raden patah meninggal sejarah jadi samar samar jadi simpang siur ceritanya .wasalam sy dari kesepuhan rajagaluh cirebon dan panjalu kawali .

  4. maaf ralat, ada pelurusan..pernikahan sunan gunung dg putri ong tien, mempyai keturunan..setiap tahun selalu diadakan haul, dari sktr banten ada 40pesantren yg mrpkn keturunan, blm lg dr garut dsb..dari garis keturunan bani nuryayi..trmksh

  5. Keturunan Sunan Gunung Jati dari istri Syarifah Bagdad (Nyi Lara Jati atau Nyi Lara Baghad) ada 2 yaitu Pangeran Jaya Kelana dan Pangeran Brata Kelana.. Keturunan Pangeran Jaya Kelana dgn Nyai Ratu Pembayun bin Raden Fatah ada 3 yaitu Pangeran Ratu Jaya Kelana (Sultan Abu Hasan An-Nazir atau Sayid Hasan), Sayid Husein dan Sayid…
    Putra Sayid Hasan hanya ada satu orang yaitu Pangeran Tanah Jaya (Zainal Abidin)… Beliau pergi ke pulau Sumatera (Mana Bengkulu) dan keturunan beliau setelah beberapa generasi pindah ke Lampung yaitu Lumia Ralang (Tokoh penyebar islam di Krui)… Keturunan Lumia Ralang tersebar dari Krui, WayLima dan Kota Gajah… Perpindahan ini terjadi karena ada hubungan dengan Kesultanan Banten dan saat perang melawan pasukan Inggris dan Belanda… Wallahualambissawab…

  6. Assalamualaikum.., saya Mau menanyakan Trah Kesunanan Cirebon , temasuk dari Sunan Gunung jati. dulu (Mungkin saya salah atau salah info ). Ibu saya pernah berkata bahwa Mbah ( Nama Mbah saya Makmun Adnan Al Qowi) adalah anak dari Adnan AL Qowie . termasuk didalamnya adalah Makmun Adnan (Alm), Hasyim Adnan (Alm) Jakarta. Hisyam Adnan (Tegal. Romlah Adnan (Jkt). kalau saya mendengar kisah. Katanya AlQowie juga merupakan keturunan ke 10 atau 11 dari Sunan Gunung jati. dulu Mbah sering ke Cirebon mengajak Ibu. tapi sepeninggal mbah, kami tidak dapat lagi informasi bahkan boleh dikatakan terputus. kami ragu untuk ke Cirebon karena kekurangan informasi. mohon yang paham saya dibantu. atau bisa email ke digitalwareonline@gmail.com makasih

  7. Mbah saya bernama belakang Adnan AlQowi. sy mau tau, benrkah ini masih ikut trah sunan gunung jati. karena mnurut cerita ibu , masuk keturunan ke 10. mksh

  8. Hubungan Demak dengan Cirebon terjalin erat bukan hanya karena pernikahan putra putri dari Raden Fatah dgn putra putri Sunan Gunung Jati saja…. Tetapi hubungan keduanya yang sebenarnya masih bersaudara satu bapak lain ibu… Kedua-duanya putra dari Abdullah Umdatuddin (Sultan Malik Israel atau Raja Champa) bin Ali Nuralam (Sultan Hud)… Setelah menikah dengan Nyai Rara Santang dan mempunyai dua anak yaitu Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan Syarif Nurullah (menjadi Raja Chmpa berikutnya), Abdullah Umdatuddin menikah yg terakhir kali dengan Siti Zaenab binti Ibrahim Asmorokondi (Raja Champa sebelum Abdullah Umdatuddin, yg masih uwaknya) atau adik dari Sunan Ampel melahirkan Raden Fatah… Setelah itu Siti Zaenab menikah lagi dengan Raja Majapahit… dan setelah cerai, beliau menikah lagi dengan Arya Damar (Penguasa Palembang) yg masih kerabat Raja Majapahit melahirkan Raden Kusen… Jadi Raden Fatah bukan putra kandung dari Raja Majaphit, tetapi putra tiri dari Raja Majapahit… Sebenarnya Raja Majapahit ini masih ada hubungan darah dengan leluhur wolisongo (Syekh Husein Jumadil Kubro), karena salah satu anaknya menjadi menantu Raja Majapahit sebelumnya… Jadi Raja Majapahit pada masa itu sudah islam, kecuali Raja Majapahit terakhir yg melakukan pemberontakan kepada mertuanya (Raja Majapahit yg Islam)… Wallahualambissawab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s