Buka Buku 6: Sunan Giri Berusia 2,5 Abad?

Standar

SEMBILAN WALI DAN SITI JENAR

Pada awal-awal mempelajari sosok para Sunan, aku sempat penasaran dengan usia Sunan Giri. Apakah benar dia berusia sangat panjang sampai 258 tahun?

Sebab dari beberapa sumber, konon Sunan Giri lahir sekitar tahun 1443. Dan pada usia 20 tahun telah menjadi anggota Dewan Walisanga. Bersama Sunan Bonang dia dilantik Sunan Ampel, gurunya, pada tahun 1563,untuk menggantikan kedudukan 2 orang Dewan Wali sebelumnya. Yakni Maulana Ishak yang telah pindah berdakwah ke Pasai, dan Maulana Aliyyudin yang baru saja wafat.

Kemudian pada usia 35 tahun, dia mendampingi Sunan Demak (Raden Patah yang saat itu berusia 23 tahun) untuk mendirikan Kesultanan Demak. Bahkan selama 40 hari, Sunan Girilah yang menduduki takhta Kesultanan Demak, sebelum diserahkan pada Raden Patah. Dan sepanjang pemerintahannya, Sunan Giri juga yang menjadi penghulu Dewan Wali, yang menjaga jalannya pemerintahan Raden Patah sebagai Sultan. Dan itu terjadi sampai Raden Patah meninggal, setelah memimpin Demak selama 40 tahun. Yang berarti saat itu Sunan Giri sudah berusia 75 tahun, pada tahun 1518.

Namun dalam cerita ‘Babad Tanah Jawi’, Sunan Giri pula yang kemudian melantik Joko Tingkir menjadi Sultan Pajang. Setelah bertahun-tahun Joko Tingkir berusaha menghilangkan penghalang utamanya, yakni Penangsang. Dan kepindahan kekuasaan dari Demak ke Pajang konon terjadi pada tahun 1581. Maka kalau benar bahwa yang melantik Joko Tingkir menjadi Sultan Hadiwijaya di pesantren Girikedaton, berarti Sunan Giri saat itu telah berusia 138 tahun.

Sementara dalam laporan pelaut Belanda Oliver van Noort, pada tahun 1601 dia pernah mampir di Gresik, dan mendengar tentang keberadaan Girikedaton yang bangunannya seperti kerajaan di puncak bukit. Sebuah kawasan indah, dengan bangunan megah, yang berada di bukit Girigajah. Dan juga ketokohan Sunan Giri yang merupakan penguasa politik dan keagamaan sekaligus. Berarti pada tahun-tahun itu sama saja bahwa Sunan Giri telah berusia 258 tahun.

Maka aku sungguh dibuat penasaran dengan panjangnya usia Sunan Giri tersebut. Sebab setahuku, hanya umur nabi-nabi awal saja yang usianya bisa sampai ratusan tahun. Sementara untuk orang-orang di kurun tahun itu, mestinya tak lebih dari 100an tahun saja.

Dan karena penasaran, padahal sosok Sunan Giripun masuk dalam tokoh pada novelku, aku pun mempelajari lebih dalam tentang keberadaannya.

Baru dari kumpulan artikel di majalah INTISARI tahun  2005  aku mendapatkan kejelasan yang lumayan utuh tentangnya. Yakni tulisan Seno Gumira Ajidarma, yang secara bersambung menuliskan kisah para Walisanga, dengan berbekal dari buku-buku yang pernah ada. Sebuah tulisan kritis tentang keberadaan para Wali berikut mitosnya, yang dinamakannya sebagai ‘ziarah pustaka’. Kumpulan catatan penting dan menarik yang kemudian dibukukan pula oleh INTISARI dengan judul ‘Seri Biografi Sembilan Wali & Syekh Siti Jenar’ pada tahun 2007.

Dan tahulah aku kemudian, bahwa yang menjadi penghulu Dewan Wali di saat melantik Raden Patah adalah Sunan Giri yang bernama asli Raden Paku. Putra Maulana Ishak yang kemudian menjadi murid Sunan Ampel yang mendirikan pesantren Girikedaton di tahun 1485.

Sementara yang melantik Joko Tingkir menjadi Sultan Pajang adalah Sunan Giri yang dikenal dengan nama Sunan Giriprapen. Sedangkan Sunan Giri yang didengar beritanya oleh pelaut Belanda Oliver van Noort adalah Sunan Panembahan Ageng Giri.

Sebab ternyata sosok pemimpin pesantren Girikedaton bukanlah satu orang. Namun ada 7 orang yang dikenal dengan nama Sunan Giri. Sunan Giri pertama, yang dikenal dengan Sunan Giri Gajah wafat pada tahun 1506. Kedudukan itu kemudian digantikan oleh anaknya, yang dikenal dengan nama Sunan Giri Dalem. Dialah yang juga menggantikan sebagai penghulu Dewan Wali di masa Demak dalam pemerintahan Sultan Trenggono, setelah Pati Unus wafat.

Setelah kematian Sunan Giridalem, kedudukan Sunan Giri digantikan anaknya, yang dikenal sebagai Sunan Giri Sedomargi. Dialah Sunan Giri ke 3, yang turut membantu Sultan Trenggono dalam penyerangan Demak di Pasuruan yang kemudian gugur dalam pertempuran. Kedudukannya sebagai pemimpin pesantren Girikedaton digantikan oleh saudaranya yang dikenal dengan Sunan Giri Prapen.

Jadi ternyata, dalam kepemimpinan di pesantren Girikedaton terdapat 8 orang yang bernama Sunan Giri. Yang semua itu adalah keturunan dari Sunan Giri pertama. Yakni Sunan Giri Dalem, Sunan Giri Sedomargi, Sunan Giri Prapen, Sunan Giri Kawis Guwo, Sunan Panembahan Ageng Giri, dan Sunan Giri Sidheng Rono.

Barulah setelah Demak hancur dan Pajang runtuh, kekuasaan diteruskan oleh Mataram yang tidak lagi menjadi kekhalifahan Islam, kekuasaan atas Giri pun dihancurkan oleh Amangkurat I. Pemimpin di Girikedaton bukan lagi keturunan Sunan Giri, melainkan orang kepercayaannya. Yang dengan itu, justru bukan menghidupkan kejayaan Giri di masa lalu, namun justru menenggelamkannya.

oleh Nassirun Purwokartun pada 8 Juli 2011 pukul 23:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s