Buka Buku 13: Misteri Asmara Istri Sunan Kudus

Standar

 

JA’FAR SHADIQ, SUNAN KUDUS

Sampai hari ini, aku masih penasaran dengan salah satu adegan kethoprak, yang mengisahkan tentang istri Sunan Kudus.

Dalam adegan itu, Sunan Kudus yang menyimpan keris Kyai Brongot Setan Kober tengah ditipu oleh Raden Bagus Mukmin. Dikatakan bahwa sang Sunan diundang untuk datang ke Demak. Akhirnya Sunan Kudus pun meninggalkan Panti Kudus.

Dan saat itulah utusan Mukmin, yakni Pangeran Hadiri, datang ke Panti Kudus. Lelaki muda itu menemui istri Sunan Kudus, dengan alasan hendak meminjam Kyai Brongot Setan Kober. Mukmin dan Hadiri sengaja berkomplot menipu Sunan Kudus, karena kalau memintanya secara langsung pasti tidak akan didapatkan. Sebab keris itu memang tengah menjadi sengketa dengan Pangeran Sekar.

Yang mengusikku sampai hari ini, adalah adegan ketika Hadiri meminjam keris Setan Kober. Karena istri Sunan Kudus digambarkan begitu genitnya. Bahkan untuk membawa keris itu dari Panti Kudus, Hadiri harus membayarnya dengan bermain asmara dengannya terlebih dulu.

Sampai sekarang, aku masih penasaran dengan adegan itu. Apakah demikian mesumnya istri seorang ulama penyebar Islam yang dikenal sangat lurus itu? Meskipun sempat terbersit juga, bahwa bagaimanapun istri Sunan adalah manusia juga. Tapi apa demikian bejatnya, hingga istri ulama harus berzina dengan seorang pemuda yang digambarkan sangat lugu dalam bercinta?

Atau hal itu pun pun merupakan salah satu dari penghitaman sejarah terhadap sosok Sunan Kudus? Sosok yang tidak disukai oleh penguasa yang memenangkan perebutan takhta atas Demak. Lalu dari mana para pemain kethoprak itu mengambil dasar ceritanya, padahal di Babad Tanah Jawi pun tak kutemukan kisah amoral tentang hal itu.

Dan sampai hari ini, aku tak menemukan jawabnya.

Hanya yang kutemukan kemudian, bahwa ternyata Sunan Kudus tercatat mempunyai 2 istri. Seorang yang kemudian menurunkan anak bernama Amir Hasan, adalah putri Sunan Bonang yang bernama Dewi Ruhil. Sementara yang istri kedua adalah anak dari Pecattandha Terung Majapahit, yang darinya Sunan Kudus mendapatkan 8 orang anak.

Delapan anak itu konon bernama Nyi Ageng Pembayun, Panembahan Mekaos Honggokusumo, Panembahan Kodhi, Panembahan Karimun, Panembahan Joko, Ratu Pakojo, dan Ratu Prodobinabar. Yang dari delapan anak Sunan Kudus itu, hari ini kita dapat temukan empat makamnya berada di sekitar makam Sunan Kudus.

Namun yang menarik dari istri Sunan Kudus ini, adalah pada silsilahnya. Yakni karena dia adalah putri dari Pecattandha Terung. Padahal dalam sejarah masa silam, Sunan Ngudhung, ayah Sunan Kudus yang menjadi panglima Demak justru terbunuh oleh Pecattandha Terung sang panglima Majapahit.

Majapahit yang telah berada dalam kekuasaan Girindrawardhana, hendak menggempur Demak, karena tak suka dengan keberadaannya yang semakin jaya. Namun dengan kekuasaannya yang makin lemah, Girindrawardhana merasa tak mampu menghancurkan Demak. Untuk itulah Majapahit meminta bantuan Portugis yang tengah berkuasa di Malaka.

Namun sebelum bantuan Portugis datang, Demak sudah lebih dulu menggempur kekuatan Majapahit yang telah pindah ke Kediri. Dan keberhasilan itu adalah berkat kepiawaian seorang Sunan Kudus, yang telah menggantikan ayahnya menjadi panglima Demak.

Dan setelah Majapahit dapat ditaklukkan, Pecatandha Terung turut tunduk, dan ikut ke Demak. Bahkan anaknya diperistri oleh Sunan Kudus. Maka sekarang pun, di sekitar makam Sunan Kudus terdapat makam Pecattandha Terung berikut istri dan anaknya.

Begitulah sedikit tambahan pengetahuan, yang kudapatkan dari sebuah buku lama berjudul ‘Ja’far Shadiq, Sunan Kudus’. Buku karya pengamat sejarah Walisanga, Solichin Salam, yang terbit tahun 1986 oleh Penerbit Menara Kudus. Sebuah hasil penelitian yang kemudian banyak menjadi acuan penulisan tentang sosok Sunan Kudus oleh para penulis buku tentang Walisanga.

Namun karena kemuliaan akhlak Sunan Kudus lah, aku jadi makin meragukan kebenaran adegan dalam kethoprak tentang istri Sunan Kudus. Tentu sambil terus mencari sumber yang lebih meyakinkan.

oleh Nassirun Purwokartun pada 15 Juli 2011 pukul 21:00

6 responses »

  1. kisah negatif trhadap sunan kudus hanyalah ulah orang2 yg senang dengan kberadaan sunan kudus yg telah banyak sumbangsihnya trhadap penyebaran agama Allah S W T .Islam yg utus melalui beliau Nabi Muhammad S a w..itulah set an sangat pandai membalikan fakta..semoga beliau Sunan kudus beserta keluarga dan pengikutnya yg slau menegakan islam diatas segalanya dan smata mata karena ridho Illahi mendapat pahala yg seluas2nya dari Allah SWT..amien.

  2. kisah negatif trhadap sunan kudus hanyalah ulah orang2 yg tidak senang dengan kberadaan sunan kudus yg telah banyak sumbangsihnya trhadap penyebaran agama Allah S W T .Islam yg utus melalui beliau Nabi Muhammad S a w..itulah set an sangat pandai membalikan fakta..semoga beliau Sunan kudus beserta keluarga dan pengikutnya yg slau menegakan islam diatas segalanya dan smata mata karena ridho Illahi mendapat pahala yg seluas2nya dari Allah SWT..amien.

  3. Sunan Kudus beserta keluarga adalah orang yang terhormat di mata masyarakat dan di mata Allah SWT… semoga setiap penceritaan selalu berhati-hati untuk menghormati kanjeng sunan kudus.

  4. Tulisan sejarah sangat tergantung siapa yang menulis . Karena para penulis sejarah para SUNAN rahmatullah alaihi adl KUMPENI / LONDO , yg notabene tidak suka dengan ISLAM, maka sangat wajar bila sejarah kehidupan para WALI ALLAH , ditulis dengan sesuai dengan keinginannnya, yaitu FITNAH dgn seburuk buruknya FITNAH.

  5. Yahudi dan groupnya akan selalu mencari kesempatan utk memfitnah ISLAM , termasuk dalam penulisan sejarah para WALI ALLAH yg berakhlak mulia , sbg pendakwah yang telah berhasil mengISLAMkan tanah jawa. Jadi HARUS ekstra hati2 ketika membaca buku / tulisan yang isinya menjelekkan para WALI ALLAH / para ULAMA. Yakini bahwa para WALI ALLAH / para ULAMA memiliki AKHLAK MULIA, dan jangan ada keraguan sedikitpun. Betul !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s