Buka Buku 28: Karena Dimusuhi, Maka Demak Melawan!

Standar

 

SEJARAH INDONESIA MODERN

Kedatangan orang-orang Eropa yang pertama di nusantara pada awal abad XVI, kadang dipandang sebagai titik penentu yang paling penting dalam kawasan ini.

Pandangan ini tidak dapat dipertahankan. Meskipun orang-orang Eropa (terutama Belanda) memiliki dampak yang besar terhadap Indonesia, namun hal itu pada dasarnya merupakan suatu gejala dari masa-masa belakangan. Bagaimanapun juga, pengaruh orang-orang Eropa pada tahun-tahun pertama kehadirannya sangatlah terbatas daerah dan kedalamannya.

Eropa bukanlah kawasan yang paling maju di dunia, pada awal abad XV. Dan juga bukan merupakan kawasan yang paling dinamis. Kekuatan besar yang sedang berkembang di dunia adalah Islam. Pada tahun 1453 orang Turki Utsmani menaklukkan Konstantinopel.

Akan tetapi orang-orang Eropa (terutama Portugis) mencapai kemajuan-kemajuan di bidang teknologi tertentu, yang akan melibatkannya dalam salah satu petualangan mengarungi samudera yang paling berani di sepanjang zaman.

Dengan bekal pengetahuan geografi dan astronomi yang bertambah baik, maka bangsa Portugis menjadi pelaut yang mahir. Dengan memadukan layar berbentuk segi tiga dan tali temali persegi, serta memperbaiki konstruksi, mereka telah menciptakan kapal-kapal yang lebih cepat, lebih mudah digerakan, dan lebih layak mengarungi samudera.

Yang membuat mereka makin Berjaya, mereka juga mulai menggunakan meriam di atas kapal. Hingga kapal perang lebih merupakan panggung meriam di lautan, daripada sebuah istana terapung bagi para pemanah, atau sebuah alat pembentur.

Portugis tidak hanya mencapai kemajuan-kemajuan di bidang teknologi yang memungkinkan mereka melebarkan sayap ke seberang lautan,mereka juga memiliki kemauan dan kepentingan untuk melakukan itu. Atas dorongan Pangeran Henry “Si Mualim” dan para pelindung lainnya, para pelaut dan petualang Portugis memulai usahanya dalam pencarian emas, kemenangan dalam peperangan, dan suatu jalan menghancurkan lawan yang beragama Islam dengan menyusuri pantai barat Afrika. Gold, glory, gospel.

Portugis juga berusaha mendapatkan rempah-rempah, yang dalam hal ini berarti mendapatkan jalan ke Asia, dengan tujuan memotong jalur pelayaran para pedagang Islam, yang melalui tempat penjualan mereka di Venesia, di Laut Tengah memonopoli impor rempah-rempah Eropa.

Rempah-rempah kala itu merupakan kebutuhan dan juga cita rasa. Selama musim dingin di Eropa tidak ada satupun cara yang dapat dijalankan untuk mempertahankan agar hewan-hewan ternak dapat hidup. Oleh karenanya banyak hewan ternak disembelih dan dagingnya kemudian harus diawetkan. Untuk itu perlu banyak sekali garam dan rempah-rempah. Di antara rempah-rempah yang  dibutuhkan itu didatangkan dari kawasan nusantara, yakni cengkih yang paling berharga.

Nusantara juga menghasilkan lada, buah pala, dan bunga pala. Oleh karenanya, kawasan itulah yang menjadi tujuan utama Portugis. Walaupun sampai saat itu mereka masih belum mempunyai gambaran sedikit pun mengenai letak “Kepulauan Rempah-Rempah” yang di nusantara dikenal denan Maluku. Bahkan Portugis pun saat itu belum tahu cara untuk mencapai tempat tersebut.

Hingga untuk mencapainya, pelayaran besar-besaran dilakukan untuk mencari rempah-rempah. Dan sebagai jalan penjelajahan, penjajahan pun dilakukan. Sejak dari Goa di India sampai dengan Malaka, oleh Portugis digempur dan dijadikan pangkalan dagang serta pertahanan.

Begitulah tentang awal mula kedatangan Portugis di nusantara, yang kudapatkan dari buku “Sejarah Indonesia Modern” karya M.C. Rickflefs. Sebuah buku sejarah yang juga menjadi acuan banyak penikmat sejarah di Indonesia. Buku yang menuturkan sejarah Indonesia sejak tahun 1300 hingga masa orde baru.

Kedatangan Portugis yang pada mulanya berniat berdagang dengan menghancurkan kekuatan Islam itulah yang kutangkap, mengapa Demak begitu gencar melakukan perlawanan. Karena Demak, sebagai kesultanan yang berdasarkan Islam lebih memilih jalan perdamaian. Namun ketika dimusuhi, maka peperangan tak bisa dielakkan.

oleh Nassirun Purwokartun pada 31 Juli 2011 pukul 23:12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s